Kamis, 21 April 2016

Demokrasi



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Di indonesia telah banyak menganut sistem pemerintahan pada awalnya. Namun, dari semua sistem pemerintahan, yang bertahan mulai dari era reformasi 1998 sampai saat ini adalah sistem pemerintahan demokrasi. Meskipun masih terdapat beberapa kekurangan dan tantangan disana sini. Sebagian kelompok merasa merdeka dengan diberlakukannya sistem domokrasi di Indonesia. Artinya, kebebasan pers sudah menempati ruang yang sebebas-bebasnya sehingga setiap orang berhak menyampaikan pendapat dan aspirasinya masing-masing.
Namun, pada kenyataannya sistem demokrasi di Indonesia masih belum berjalan dengan baik sehingga pada pelaksanaannya di lapangan atau di masyarakat belum maksimal dikarenakan banyaknya masyarakat yang belum faham arti dari demokrasi secara penuh. Seperti halnya pada masyarakat yang dapat berpendapat dengan bebas tanpa menyadari bahwa ada pihak yang dirugikan. 

B.    Rumusan Masalah
1.    Apakah itu demokrasi?
2.    Bagaimana asal mulanya demokrasi?
3.    Bagaimana sistem pemerintahan demokrasi ?
4.    Jelaskan apa saja kriteria demokrasi?
5.    Jelaskan apa saja prinsip-prinsip demokrasi ?

C.   Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah diatas  maka dapat diketahui tujuan dari pembuatan  makalah ini adalah sebagai berikut.
1.    Untuk mengetahui yang dimaksud dengan demokrasi.
2.    Untuk mengetahui pengertian demokrasi menurut para ahli.
3.    Untuk mengetahui kriteria demokrasi.
4.    Untuk mengetahui prinsip-prinsip demokrasi
5.    Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
6.    Sebagai sarana atau media pembelajaran bagi mahasiswa pada umumnya.

















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Asal mula demokrasi
Menurut presfektif yunani 1976 sebelum kata-kata demokrasi itu terkenal, orang athena telah menganggap jenis persamaan tertentu merupakan ciri yang disegani dalam sistem politik mereka, persamaan semua warga Negara dalam hak berbicara dalam sistem majelis pemerintahan ( siegoria ) dan persamaan didepan hukum insnomia. Oleh karena itu kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Inilah demokrasi menurut ahli :
1.    Abraham Lincoln, Demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat.
2.    Koentjoro Poerbopranoto, Demokrasi adalah negara yang pemerintahannya dipegang oleh rakyat. Hal ini berarti suatu sistem dimana rakyat diikutsertakan dalam pemerintahan negara.
3.    Harris Soche, Demokrasi  adalah pemerintahan rakyat karena itu kekuasaan melekat pada rakyat.
Oleh karena itu pemerintahan sistem demokrasi  sangatlah bergantung dengan rakyatnya, karena rakyat yang sangat berperan penting dalam pemerintahan Negara.
 
B.    Kriteria Demokrasi
Terlepas dari tiga macam rute yang demokratik yang reksioner dan yang komunistik diatas , dewasa ini masyarakat internasional modern tampak berkecendurungan kuat menerima gagasan pokok bahwa pemerintah diciptakan untuk kepentinganan rakyatnya. Demos kratia kembali dianggap sebagai sesuatu sistem politik dan pemerintahan yang paling baik. Setiap negara modern menerima mutlak perlunya demokrasi ditegakan.
Demokrasi memang sulit didefinisikan apalagi jika hanya digambarkan dengan bentuk-bentuk formal yang seringkali menyesatkan. Sebagai misal suatu negara dipandang demokratik bila negara itu telah mempunyai lembaga perwakilan rakyat, ada sistem kepartaian dan lembaga pemilihan umum, serta hak pilih bagi setiap warnegara atau universal franchise. Jika bentuk-bentuk formal ini dijadikan patokan untuk mengukur kedemokrasian suatu negara maka pasti banyak sekali negara yang agak mengklaim dirinya sebagai sangat demokratik. Dalam kaitan inilah perlu diingat peringatan para ilmuwan politik bahwa kita harus membedakan dengan jeli antara format dan substansi. Suatu sistem politik dapat saja berbentuk demokratik sementara substansinya otoriter dengan kata lain kita harus dapat menukik pada esensi dan tidak terkecoh pada penampilan. Apperance sesuatu sistem politik dapat saja kelihatan demokratik tetapi essence yang ada hakekatnya otoriter atau bahkan anti demokratik.
Oleh karena itu agaknya lebih tepat berbicara tentang kriteria atau patokan-patokan demokrasi daripada membuat definisi demokrasi untuk memahami hakekatnya. Kriteria itu barangkali sangat ideal dan cenderung utopian. Akan tetapi kriteria itu tetap kita butuhkan sebagai ukuran untuk menentukan sudah seberapa jauhkah suatu negara mencoba menerapkan demokrasi dalam tata politik dan pemerintahnya. Kriteria itu diperlukan sebagai referensi. Jika tidak ada referensi lantas bagaimana kita dapat berbicara tentang praktek demokrasi ? berhasil atau tidaknya suatu praktek hanya dapat ditentukan bila praktek ini dihadapkan dengan teori menilai suatau kenyataan atau realitas hanya dapat dilakukan bila kenyataan itu dikonfrontasikan dengan ideal-ideal dengan kriteria sebagai patokan-patokan teoritik konsepsional. Kriteria itu dapat mengatasi insitusi-insitusi politik formal karena dapat  digunakan mengukur kualitas kehidupan dalam masyrakat dalam segi-segi ekonomi sosial dan psikologik. Disamping itu dengan kriteria demokrasi kita tidak lagi berbicara sekedar suara mayoritas dan suara minoritas dan berbagai formalitas lainya, tetapi kita dapat memahami demokrasi sebagai goverment of the people, by the people, and for the people. Ada sembilan kriteria demokrasi yang dapat kami ajukan:

1.    Partisipasi dalam pembuatan keputusan
Partisipasi rakyat dalam peroses pembuatan keputusan sudah tentu tidak dapat dilakukan langsung, tetapi lewat repsentasi (para wakil) yang dipilih oleh rakyat secara langsung, bebas dana rahasia saja memang tidak cukup jujur dalam pelaksaan dan jujur dalam perhitungan suara mutlak menentukan hasil dari suatu pemilihan umum. Asas “luber” (langsung ,umum, bebas dan rahasia) tanpa disertai kejujuran dan keadilan akan menjadikan suatau pemilihan umum sandiwara belaka dan merupakan pemborosan waktu, enrgi dan biaya. Dalam pada itu harus kita ingat bahwa asas representasi seringkali berbeda dalam teori dan dalam praktek. Kenyataan sering menujukan bahwa para representatives atau wakil rakyat, setelah terpilih, tidak lagi menyuarakan kepentingan konstituen mereka, tetapi kemudian justru membentuk kelompok elite tersendiri yang teralienasi dari aspirasi rakyat yang diwakilnya. Hal ini dapat diatasi jika para wakil rakyat itu secara aktif berusaha membina linkage atau kaitan yang kuat dengan konsutituen, supaya tidak kehilangan sentuhan dengan keinginan rakyat yang diwakilinya.
2.    Persamaan di depan hukum
Negara demokrasi merupakan negara hukum. Rule of law harus ditaati oleh seluruh warganegara tanpa membedakan latar belakang apapun. Hukum berlaku universal dalam arti seluruh warganegara dalam wilayah negara berada dibawah jurisdiksi hukum positif yang berlaku. Budaya demokratik bila dikembangkan terus menurus dapat menggusur budaya feodalistik yang menjadi penyebab seretnya penerapan equality before the law. Ketika bekas perdana mentri jepang Tanaka harus masuk penjara karena korupsinya dan P.M. India Indra Gandhi juga harus merasakan penjara beberapa hari akibat pelanggaran hukum yang dilakukannya, jepang dan india mendemostrasikan pelaksaan persamaan didepan hukum kepada dunia secara jelas. Umur demokrasi di kedua negara asia itu belum terlalu lama, tetapi dua kejadian itu menunjukkan kesungguhn untuk menerapkan prinsip ekualitas rakyat dan pemimpi didepan hukum.
3.    Distribusi Pendapatan Secara Adil
Konsep ekualitas dalam demokrasi pada dasarnya merupakan konsep yang utuh. Artinya, tidak boleh persamaan hanya ditekankan di salah satu bidang kehidupan saja, sementara bidang-bidang lainnya di teguhkan.
Demokrasi hanya mempunyai makna bila dalam suatu negara terdapat pembagian pendapatan yang cukup adil.
4.    Kesempatan pendidikan yang sama
Dalam masyarakat yang sudah mulai memasuki tahap industria, pendidikan menjadi faktor yang menentukan apakah seseorang dapat memperoleh pekerjaan dan penghasilan tinggi atau tidak. Karena keberhasilan pendidikan seseorang ditentukan oleh tingkat sosial ekonominya.
5.    Empat macam kebebasan
kriteria demokrasi yang lain adalah kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan persuratkabaran, kebebasan berkumpul dan kebebasan beragama.
6.    Ketersediaan dan keterbukaan Informasi
Rakyat perlu mengetahui situasi yang selalu berkembang yang dapat mempengaruhi kehidupannya, entah itu bersifat politik, ekonomi, moneter, pertahanan dan keamanan, pendidikan dan lain sebagainya.
7.    Kebebasan Individu
Hak hidup secara bebas dan memiliki privacy seperti yang diinginkan adalah sustau prinsip demokratik. Baik itu memilih pekerjaan, tempat tinggal, memilih bentuk pendidikan dan lain sebagainya yang harus dijamin dalam demokrasi, kecuali kalau sampai merugikan orang lain.
8.    Semangat kerjasama
Semangat kerjasama atau di katakan gotong royong, perlu dipersubur untuk mempertahankan eksistensi masyarakat. Dengan kata lain motivasi kerjasama itu haruslah lebih dalam dari sekedar perhitungan-perhitungan pragmatis.
9.    Hak untuk protes
Akhirnya demokrasi mempunyai suatu mekanisme koreksi yang harus difungsikan setiap kali terjadi penyelewengan. Salah satu musuh demokrasi adalah rutinisasi yang dapat memperkukuh kemapanan sehingga bila terjadi deviasi, pendekatan institusional dan legalistik tidak lagi memadai. Dalam keadaan seperti inilah rakyat harus diperbolehkan protes untuk melempangkan pemerintahnya yang sudah mulai bengkok dan makin jauh dari tujuan semula .
C.   Prinsip-prinsip Demokrasi
Prinsip operasional (operating principles) yang cukup menarik dalam sistem demokrasi Athena. Pertama, para warganegara sendiri yang langsung membuat keputusan-keputusan politik dan mengawasinya, berbeda dengan apa yang berlaku di berbagai negara-kota lainnya di mana kebijaksanaan politik dibuat dan diawasi oleh sekelompok kecil penguasa. Warganegara atau rakyat Athena bukan sekedar mempengaruhi keputusan-keputusan politik, akan tetapi juga mempunyai kekuasaan untuk membuat keputusan politik. Kalau sekedar mempengaruhi barangkali di dalam sistem otoriter dan diktatorial warganegara juga tetap mempunyai pengaruh, setidak-tidaknya lewat opini publik yang berdampak pada proses pengambilan kebijakan politik oleh penguasa. Berbagai negara-kota Yunani Kuno di luar Athena secara formal juga mempunyai semacam Dewan Rakyat, tetapi fungsinya hanyalah mengesahkan keinginan-keinginan penguasa belaka. Kiranya dapat dibandingkan dengan sistem politik totaliter di zaman moderen, di mana dewan rakyat menggunakan simbol-simbol dan tata-cara demokratik, tetapi substansi politiknya adalah tetap otoriter. Reichstag di masa Hitler atau parlemen soviet adalah dua buah contoh yang tepat.
Kedua, terdapat ekualitas politik dan hukum bagi semua warganegara dalam hal memberikan suara pada berbagai isyu, dalam dialog terbuka dan dalam hak untuk menduduki jabatan pemerintahan. Ekualitas politik dan hukum ini memang tidak disertai ekualitas ekonomi, seperti juga halnya kebanyakan demokrasi modern, sekalipun perlindungan terhadap hak milik individu dijamin penuh dalam sistem demokrasi Athena. Jumlah warganegara yang mempunyai hak-hak politik penuh di Athena pada waktu itu masih sangat terbatas, sekitar 30 sampai 40 ribu orang, termasuk mereka yang tergolong ekonomi lemah. Warganegara miskin tetap berhak menduduki jabatan pemerintahan sehingga elitisme politik memang dicoba dihindari dengan genius orang-orang Athena kuno tersebut. Disamping itu seorang pejabat tidak boleh lebih dari satu tahun. Jabatan-jabatan tertentu kadang-kadang ditentukan oleh Dewan Rakyat dengan menghitung acungan tangan para anggota sehingga suasana demokratik dalam Dewan sangat terasa, terutama karena perdebatan-perdebatan yang berlangsung terbuka dan langsung.
Ketiga, kebebasan politik dan kewarganegaraan dijamin sepenuhnya. Kebebasan mengeluarkan pendapat merupakan ciri penting di dalam Dewan dan Majelis (semacam lembaga eksekutif) dan di dalam berbagai institusi politik lainnya. Keputusan-keputusannya di ambil setelah adanya pertimbangan dari semua argumen yang masuk. Suara-suara kritik di biarkan bebas dalam masyarakat, termasuk kritik terhadpa demokrasi itu sendiri.
Keempat, dalam proses penentuan kebijakan,bila semua argumen telah dipaparkan, voting atau pemungutan suara baru dilakukan.
Melvin I. Urofsky, guru besar sejarah dan kebijakan public pada Virginia commonwealth university (http;/usinfo,state,gov) mengajukan sebelas prinsip soko guru sistem pemerintahan yang demokratis, yakni :
1.    Pemerintahan berdasarkan konsitusi
2.    Pemilihan umum yang demokratis
3.    Pelakasaan desentralisasi/otonomi daerah
4.    Pembuatan undang-undang
5.    Sistem peradilan yang independen
6.    Kekuasaan lembaga kepresidenan
7.    Peran media massa yang bebas
8.    Peran kelompok-kelompok kepentingan
9.    Hak masyarakat untuk mengetahui
10.  Mengakui dan melindungi hak-hak minoritas
11.  kontrol sipil atas militer
  














BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari pembahasaan diatas dapat disimpulkan bahwa kata demokrasi merujuk kepada konsep kehidupan negara atau masyarakat. dimana warga negara dewasa turut berpartisipasi dalam pemerintahan melalui wakilnya yang dipilih melalui pemilu. Pemerintahan di Negara demokrasi juga mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara, beragama, berpendapat, berserikat setiap warga Negara, menegakan rule of law, adanya pemerintahan menghormati hak-hak kelompok minoritas; dan masyarakat warga Negara memberi peluang yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

B.    Saran
Untuk menumbuhkan keyakinan akan baiknya sistem demokrasi, maka harus ada pola perilaku yang menjadi tuntunan atau norma nilai-nilai demokrasi yang diyakini masyarakat. Nilai-nilai dan demokrasi membutuhkan hal-hal diantaranya kesadaran akan puralisme, sikap yang jujur dan pikiran yang sehat. Demokrasi membutuhkan kerjasama antarwarga masyarakat dan sikap serta itikad baik, demokrasi membutuhkan sikap kedewasaan dan membutuhkan pertimbangan moral.











DAFTAR PUSTAKA

Rais, M.Amien. 1986. Demokrasi dan Proses Politik.
M. Alfan Alfian, M.2001.Mahalnya Harga Demokrasi
Lubis, Mochtar.1926.Transformasi Sukses Demokrasi

Rabu, 20 April 2016

Observasi Museum Pancasila Sakti



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Museum merupakan lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi berupa benda, bangunan atau struktur yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya atau yang bukan cagar budaya dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Fungsi museum itu sendiri sebagai sarana edukasi, konservasi dan rekreasi.
Kami memilih museum Pancasila Sakti ini karena mengenang 50 tahunnya peringatan G30-SPKI yang merupakan terjadinya penculikan para pahlawan revolusi yang menjunjung tinggi Pancasila oleh PKI yang menginginkan berubahnya Indonesia menjadi bangsa komunis.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, rumusan masalahnya sebagai berikut:
a.       Bagaimana sejarah terbentuknya museum Pancasila Sakti?
b.      Mengapa museum Pancasila Sakti didirikan?
c.       Apa saja koleksi yang ada di museum Pancasila Sakti?
d.      Bagaimana analisis perkembangan museum dengan menggunakan analisis SWOT ?

C.     Tujuan
Tujuan kami membuat makalah ini untuk mengetahui museum Pancasila Sakti dan mempelajari peristiwa sejarah yang menyebabkan terbentuknya museum Pancasila Sakti.



BAB II
PROFIL MUSEUM

A.    Kepemilikan
Museum Pancasila Sakti ini dicetuskan oleh Presiden ke-2 Indonesia yaitu Soeharto. Museum ini termasuk kepemilikan pemerintah karena museum ini dikelola oleh pemerintah. Museum ini bertempat di kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur. Batas-batas wilayah ini adalah disebelah selatan adalah markas besar tentara nasional Indonesia Cilangkap dan sebelah utaranya lapangan udara Halim Perdana Kusuma sementara di timurnya Pasar Pondok Gede, sebelah baratnya Taman Mini Indonesia Indah.

B.     Sejarah
Sebelum menjadi sebuah museum sejarah, tempat ini merupakan tanah atau kebon kosong yang dijadikan sebagai pusat pelatihan oleh partai komunis indonesia yang sering disebut PKI. PKI ini dibentuk oleh presiden Pertama kita yaitu Ir. Soekarno pada saat itu menganut ideologi komunisme yang berkiblat pada negara Rusia. PKI melakukan pelatihan ini untuk mempersiapkan pemberontakan di Indonesia. Pemberontakan PKI bertujuan menggantikan Dasar Negara Pancasila dengan Komunis yang bertentangan dengan Pancasila. Pemberontakan pertama dilancarkan pada tanggal 18 September 1948 di Madiun. Setelah gagal dalam pemberontakan pertama, PKI kembali melancarkan pemberontakan kedua pada tanggal. l Oktober 1965 yang dikenal dengan nama Gerakan Tiga Puluh September (G.30.S/PKI). Tempat ini juga sebagai tempat penyiksaan dan pembuangan terakhir para korban gerakan 30 september 1965 (G30-SPKI). Yang menjadi korban kejadian ini ada sepuluh orang Pahlawan Revolusi, tiga orang mati di tempat yaitu : Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuit Tubun, Kapten CZI Anumerta Pierre Tendean, Kolonel Inf. Anumerta Sugiono
Dan 7 orangnya mengalami penyiksaan terlebih dahulu, yaitu : Jenderal TNI (Anumerta) Achmad Yani, Letjen. (Anumerta) Mas Tirtodarmo Harjono, Letjen. (Anumerta) Siswondo Parman, Letjen. (Anumerta) Suprapto, Mayjen. (Anumerta) Donald Isaac Pandjaitan, Mayjen. (Anumerta) Sutojo Siswomihardjo, Brigjen. (Anumerta) Katamso Darmokusumo
Setelah dibangun dan diperbaiki kembali Lubang Buaya dijadikan sebagai museum sejarah, yang didalamnya terdapat monumen pancasila sakti, museum diorama ( miniatur 3D untuk mengabarkan figur para pahlawan revolusi), sumur tua, sebuah ruangan relik dan lapangan peringatan peristiwa sejarah itu. Monumen pancasila sakti mulai dibangun pada tahun 1967 sedangkan penyelesaian pembangunan dan peresmian pada tahun 1972. Tujuan dan hakikat sprituil pembanguna monumen pancasila sakti sebagai berikut:
1.    Untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur dalam membela negara, bangsa dan pancasila sampai titik darah penghabisan.
2.    Membina semangat korsa dikalangan prajurit TNI.
3.    Monumen peringatan bagi perjuangan nasional.
4.    Cermin perjuangan bangsa indonesia kepada dunia internasional.
Maka setiap tanggal 1 Oktober dijadikan dan ditetapkan serta dilaksanakan Upacara Hari Kesaktian Pancasila atau Mengenang Tragedi Nasional akibat Pengkhianatan terhadap pancasila.
C.     Koleksi
Museum ini mengoleksi semua hal-hal yang berkenaan dengan PKI, yaitu:
1.      Miniatur 3D untuk menggambarkan kegiatan PKI sebelum pemberontakan, pemberontakan PKI di berbagai daerah, tragedi pembunuhan,penculikan dan penyiksaan para pahlawan revolusi.
2.      Senjata-senjata seperti: senapan api, pistol.
3.      Mobil Dinas Letnan Jenderal Ahmad Yani
4.      Truk Dodge 500
5.      Mobil Dinas mantan Presiden Soeharto
6.      Sumur maut yang merupakan tempat di jebloskannya mayat para pahlawan
7.      Rumah penyiksaan para pahlawan oleh PKI
8.      Dapur umum
9.      Pakaian para pahlawan saat penculikan ataupun pembunuhan dan barang-barang pribadi mereka.
10.  Monumen 7 pahlawan revolusi
11.  Teater penayangan film G30-SPKI
Denah Lokasi Museum Pancasila Sakti












Text Box: 6
Text Box: 3
Text Box: 4
Text Box: 5



Text Box: 1








Text Box: 8Text Box: 11Text Box: 788












Text Box: 10



Text Box: 12




Text Box: 2

Text Box: 9



 




Keterangan :
1.      Gedung museum PKI
2.      Gedung PASEBAN
3.      Mobil dinas Letnan Jenderal Ahmad Yani
4.      Mobil Dinas Mantan Presiden Soeharto
5.      Pendopo dan kantin
6.      Lapangan
7.      Sumur maut
8.      Rumah penyiksaan para pahlawan
9.      Monumen Pancasila Sakti
10.  Dapur umum PKI
11.  Rumah Pahlawan
12.  Mobil truk (Dodge 500 Truck)














BAB III
ANALISIS PERKEMBANGAN MUSEUM

A.    Strengths (kekuatan)
Dalam analis kami tentang kekuatan pada museum ini adalah terletak pada suatu objek yang sangat fenomenal sekali keberadaannya. bahkan objek tersebut yang menjadi salah satu ciri khas dari museum tersebut. Yakni koleksi diorama taman yang di dalamnya terdapat sebuah rumah asli yg dulu nya tempat kejadian perkara dimana penyiksaan para PKI terhadap para Jendral berlangsung. Selain bentuk rumah yang masih asli dengan waktu kejadian tersebut. Terdapat pula miniature kejadian perkara di dalam rumah tersebut dengan di tambahkan nya patung-patung para jendral yang sedang disiksa dan beberapa orang PKI yang dibuat secara mirip sesuai dengan aslinya dan moderator yang menceritakan kejadian tersebut, sehingga suasana dalam rumah tersebut seperti sedang berlangsungnya  proses kejadian. Diorama taman ini sangat di jaga ke asliannya oleh pengelola dari waktu kejadian perkara hingga sekarang.
Selain diorama taman, kekuatan dari museum ini sangat terlihat sekali karena pengelolanya bekerjasama kepada instansi pemerintah seperti TNI dan Polri.  Jika kita masuk kedalamnya banyak sekali para TNI atau Polri yang mengunjungi museum tersebut bahkan pejabat di kantor museum ini pun terdapat anggota TNI. Tiap kali memperingati kebangkitan nasional mereka mengadakan kunjungan ke museum ini dengan membawa masing-masing pasukan dari mereka. Mengadakan acara di dalam museum tersebut. Inilah yang membuat museum ini terlihat cukup bersih, teratur dan damai. Karena bagi anggota TNI atau Polri situs tersebut merupakan hal yang sangat penting sekali bagi mereka sebagai alat bukti keikut sertaan mereka dalam membela rakyat.
Terdapat pula ruangan yang berisikan bukti-bukti otentik tentang kejadian pembunuhan tragis tersebut. Yakni, ruangan baju bekas bercak darah yang di dalamnya terdapat beberapa baju dari jendral tersebut yang masih terlihat jelas bercak darah yang menempel hingga sekarang

B.     Weaknesses (kelemahan)
Di dalam ruangan museum tersebut menceritakan tentang kejadian atau proses berlangsungnya PKI atau Komunis di Indonesia dengan miniature yang dibuat 3D dengan patung-patung yang dibuat sesuai dengan kejadian perkara. Namun kita dapat lihat kekurangan museum ini justru terdapat beberapa ruang kosong yang tidak ada koleksinya dalam artian dari jalur koleksi tersebut terdapat jalur atau sudut yang tidak di gunakan dan mengakibatkan ruang kosong di museum tersebut. Selain itu terdapat koleksi-koleksi yang keterangan kejadian atau tulisan mengenai kejadian tersebut yang tidak jelas karena rusak.
Bukan hanya itu saja, dibagian petunjuk arah sangat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Petunjuk arah yang seharusnya menunjukkan suatu jalan yang benar justru membuat pengunjung bingung dengan petunjuk arah yang rancu. Contohnya disana terdapat salah satu petunjuk arah disisi museum yang bertuliskan “exit” peletakan tersebut dekat dengan sebuah lorong yang tembus kearah koleksi pertama dan tangga yang naik ke atas. Dalam kejadian tersebut banyak pengunjung yang bingung terutama untuk para lansia yang justru masuk ke lorong tersebut bukan ke tangga yang seharusnya dilewati.
Selanjutnya terdapat ruangan yang di dalamnya berupa koleksi yang sangat berharga. Sayangnya koleksi yang sangat berharga dalam museum tersebut yang berupa baju bekas bercak-bercak darah saat kejadian penyiksaan yang terdapat di bangunan yang berbeda dari museum yang menceritakan kejadian PKI tersebut . Bangunan tersebut justru terletak di belakang bangunan lain sehingga keberadaannya tidak terduga. Memang terdapat sebuah petunjuk arah namun, petunjuk tersebut kurang jelas sekali karena hanya di tulis menggunakan kertas yang di ketik dan ketika memasuki ruangan tersebut kita melewati sebuah pintu yang di dalam ruang tersebut kosong. Jadi pengunjung hanya menduga-duga jika ingin ketempat bangunan tersebut karena kurangnya penentu arah.
Terakhir kurangnya kesadaran para pengunjung yang membuang sampah sembarangan di beberapa sisi museum tersebut bahkan dengan sengaja menaru sisa botol minum di kawasan diorama taman. Dan kurangnya tong sampah di dalam museum tersebut sehingga memungkin kan para pengunjung yang tidak disiplin akan kebersihan membuang sampahnya begitu saja.
C.    Opportunities(peluang)
Dari segi peluang, peluang museum ini sangatlah besar karena mereka didukung oleh instansi pemerintahan seperti TNI dan Polri sehingga tidak akan mungkin ada pengusikan dari orang-orang yang ingin merusak museum tesebut. Selain itu di dalam objek museum tersebut masih terdapat lahan-lahan kosong yang merupakan kawasan yang di lindungi keasrian nya. lahan-lahan tersebut bisa saja di olah menjadi taman rekreasi anak-anak atau café-café agar pengunjung lebih tertarik lagi untuk mengunjungi museum tersebut. Selain itu pengembangan infrastruktur yang selalu berkembang membuat bangunan-bangunan museum yang bertemakan arsitektur rumah joglo tersebut terlihat lebih elegan dan menarik.
Dari segi cerita yang disajikan oleh museum ini tidak akan ada matinya karena cerita pemberontakan G30SPKI dan tentang munculnya komunisme di Indonesia tersebut akan di pelajari oleh masyarakat Indonesia semenjak duduk di bangku sekolah dasar hingga seterus nya. jadi potensi untuk berkembang sangat lah besar karena posisi museum ini sangatlah berarti bagi masyarakat Indonesia dan sejarah bangsa Indonesia sebagai bukti bahwa di Indonesia pernah mengalami suatu kejadian yang membuat beberapa nyawa petinggi-petinggi di Indonesia ini melayang.
D.    Threats(ancaman)
Jika dari segi ancaman, ancaman yang bersifat penggusuran lahan kemungkinan besar tidak terjadi karena pengaruh instansi pemerintah seperti TNI dan Polri yang ikut berpartisipasi dalam penjagaan Museum tersebut. Namun, jika dilihat dari segi kedatangan pengunjung dapat di pastikan bisa mengalami penurunan khusus nya bagi siswa siswi yang tujuan ke museum tersebut untuk mengetahui bagaimana sejarah dari komunis di Indonesia (funsi museum untuk edukasi dan rekreasi), jika museum tersebut tidak bekerjasama dengan pihak-pihak sekolah khususnya di kawasan DKI Jakarta untuk mengunjungi museum tersebut. karena mayoritas pengunjung tersebut adalah TNI dan Polri
Selain itu ancaman selanjutnya adalah koleksi-koleksi yang telah memudar seperti beberapa koleksi foto yang telah memudar warnanya sehingga sangat sulit sekali untuk dikenali dan ada beberapa keterangan tulisan yang tidak jelas atau sudah mulai rusak. Ancaman dari segi koleksi inilah yang sangat berbahaya karena jika di biarkan saja tanpa membuat duplikatnya para pengunjung tidak akan dapat menikmati koleksi museum tersebut. Apalagi museum ini akan terus berdiri hingga anak cucu kita kelak dari generasi ke generasi untuk mengetahui apa yang terjadi dengan peristiwa berdarah yang disebabkan oleh komunis di Indonesia. Dengan adanya bentuk fisik berupa foto dapat meyakinkan para pengunjung bahwa ke jadian tersebut benar-benar terjadi. Karena foto-foto tersebut merupakan suatu fakta yang memang terjadi di saat kejadian itu berlangsung dan membuat pengunjung berfikir bahwa kejadian itu benar-benar ril terjadi  bukan sekedar mitos atau cerita tempo dulu.

BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Museum Pancasila Sakti ini terbentuk karena adanya tragedi G-30SPKI yang telah membunuh pahlawan revolusi Indonesia yang bertujuan untuk mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi Komunisme. Museum ini berpeluang sangat bagus untuk edukasi, konservasi dan rekreasi kepada masayarakat di Indonesia karena dengan adanya museum Pancasila Sakti masyarakat mengetahui dan mengerti sejarah tentang PKI.
B.     Saran
Kami menyarankan kepada museum untuk lebih banyak mengisi koleksi museum karena masih banyak ruang kosong di dalam museum. Kemudian untuk lebih memperhatikan dan merawat koleksi-koleksi museum karena banyak tulisan yang mulai tidak terbaca oleh pengunjung dan foto-foto yang mulai memudar.









DAFTAR PUSTAKA











                                                                                                                 

LAMPIRAN
Description: IMG_20151009_091832.jpg




                 









Description: IMG_20151009_110943.jpgDescription: WP_20151009_11_10_36_Pro.jpgDescription: IMG_20151009_110805.jpg







Description: IMG_20151009_101602.jpgDescription: IMG_20151009_110845.jpgDescription: WP_20151009_11_09_27_Pro.jpg






Description: IMG_20151009_091351.jpgDescription: IMG_20151009_091334.jpg




Description: 3302029020449(1).jpg
Description: 3302029704502(1).jpg





Description: IMG_20151009_110920.jpgDescription: WP_20151009_09_20_11_Pro.jpg





Description: WP_20151009_09_52_28_Pro.jpgDescription: WP_20151009_09_54_13_Pro.jpgDescription: WP_20151009_09_38_54_Pro.jpgDescription: WP_20151009_09_37_22_Pro.jpgDescription: WP_20151009_09_33_36_Pro.jpgDescription: WP_20151009_09_31_39_Pro.jpgDescription: WP_20151009_09_31_02_Pro.jpgDescription: WP_20151009_09_31_18_Pro.jpg